Kamis, 22 Agustus 2013

Tentang Menghidupi Cinta dan Kita yang Ada di Dalamnya



Jatuh cinta itu sangat mudahnya. Pandangan kita hanya perlu bertemu sekian detiknya.
1
2
3
4
5

Kemudian melempar senyum. Esoknya kita mampu bergandengan tangan.


Kita berdua hanya berpegangan tangan 
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita 
Tak perlu memuji

Tentang bergandeng tangan, kita hanya perlu seirama.
Mari berlari bersama, tentu saja sesekali kita harus berjalan pelan. Tak apa jika berhenti, tapi pastikan tak pernah lepas.
Atau salah satu dari kita akan terpisah untuk selamanya. Karena bagiku tak pernah ada adegan berbalik arah.
Tentang cinta yang harus hidup di antara kita. Semua akan mudah jika memang kamu tak menginginkannya punah.

Rabu, 11 Juli 2012

surat sederhana untuk kamu, suamiku kelak

Hai kamu!
Tahukah kamu, apa yang sekarang ini sedang aku lakukan?
Menjalani hariku dalam penantian panjang menunggumu, aku hanya sibuk dalam segala hal yang bisa memantaskan diriku untuk menjadi pendampingmu kelak. Hanya itu. 
Menjadi seorang perempuan yang mampu mengutuhkanmu. 

Menjadi istrimu, aku dituntut harus bisa menjaga kehormatan diriku dan keluargaku. Tahukah kau? Ini sungguh sangat berat. Menjaga kehormatanku sebagai perempuan saat ini sungguh tidak mudah. Aku harus selalu awas dengan lelaki yang berniat buruk padaku. Akupun harus selalu menghindari nafsu yang bisa menjerumuskan.  Tahulah kau bagaimana godaan yang datang di zaman sekarang. Tapi aku akan selalu berusaha, karena yakinku, hanya perempuan suci yang bisa menjadi istrimu kelak.
Akupun harus selalu mempersibuk diri dengan torehan prestasi agar kelak hanya rasa bangga yang kau rasakan ketika memperkenalkanku sebagai istrimu kepada siapapun, kepada khalayak dunia. Tak boleh ada rasa malu dan ragu sedikitpun terbersit di kepalamu.

Selasa, 10 Juli 2012

tanpa judul

saya sedang belajar mendengar,
mendengar perasaan saya melalu menulis rangkaian kata ini
sekian..
(dalam sebuah malam yang tidak terlalu pekat)

Kamis, 02 Februari 2012

Selamat Datang

kuucapkan selamat datang untuk diriku sendiri..
juga selamat datang untukmu yang masih sempat menemaniku bermain di bukit ini..

ini adalah tempat bermain saya yang kesekian, 
ini bukan bukit yang baru kutemukan kemarin sore, 
entah sudah berapa musim saya meninggalkannya, kemudian  mengunjunginya lagi, 
pernah membabat habis rumput, ilalang dan bunga di dalamnya, itu salah satu kesalahan terbesar saya seumur hidup.

tapi bukankah penyesalan tak harus dikenang sampai mati?

saya kembali ke bukit ini, mulai menanam rumput, menyebar benih cinta dan kasih..
selamat datang di bukit warna-warniku, kelak kau harus betah bermain di sini!!